27 Komunitas Pedagang Tolak Rencana Pelarangan Penjualan Rokok Ketengan

27 komunitas pedagang tolak rencana pelarangan penjualan rokok ketengan.
27 komunitas pedagang tolak rencana pelarangan penjualan rokok ketengan.
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA Bisnis – Sebanyak 27 komunitas yang tergabung dalam 'Gerakan Nasional Pedagang dan Rakyat Kecil' menolak rencana pelarangan penjualan rokok secara ketengan. Hal itu diketahui diatur lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 2022 Tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2023.

Ketua Komite Ekonomi Rakyat Indonesia Semesta (Keris), Ali Mahsun, sebagai bagian dari ke-27 komunitas tersebut, meminta Presiden Jokowi membatalkan rencana larangan penjualan rokok eceran atau ketengan itu, karena akan sangat memberatkan pedagang kecil.

"Jangan sampai jutaan rakyat kehilangan pendapatan," kata Ali dalam konferensi pers di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Januari 2023.

Rak rokok di minimarket (foto ilustrasi)

Rak rokok di minimarket (foto ilustrasi)

Photo :
  • VIVAnews/Arrijal Rachman

Dia menegaskan, dampak negatif dari pelarangan penjualan rokok eceran atau ketengan itu akan sangat dirasakan oleh pedagang-pedagang kecil, seperti misalnya pedagang kaki lima, pedagang pasar, pedagang asongan, pedagang kopi keliling, hingga warung kelontong yang mendapatkan pendapatannya dari penjualan rokok eceran tersebut. 

Menurut Ali, pemerintah seharusnya memberikan penguatan perlindungan dan pemberdayaan terhadap para pelaku ekonomi rakyat seperti UMKM, terutama dalam menghadapi persoalan, hambatan, dan tantangan yang mereka hadapi ke depannya sebagai rakyat kecil. "Kami sepakat akan menyampaikan surat resmi ke Presiden Jokowi, untuk membatalkan larangan jual rokok eceran dan batangan tersebut," ujar Ali.

Apalagi, lanjut Ali, pedagang dan rakyat kecil belum sepenuhnya bangkit dan pulih dari pandemi COVID-19, dan masih butuh dukungan pemerintah. Karenanya, rencana larangan menjual rokok eceran akan berdampak signifikan pada para pedagang dan rakyat kecil tersebut. 

Halaman Selanjutnya
img_title