Pelaku Pemerkosaan di Brebes Diminta Uang Rp 200 Juta Agar Kasus Tak ke Ranah Hukum

Kabid Humas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy
Kabid Humas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy
Sumber :
  • tvOne / Teguh Sutrisno

VIVA Nasional – Kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memasuki ke babak baru. Orang tua pelaku melaporkan oknum anggota LSM BPPI yang meminta uang kepada para orang tua pelaku saat mediasi, agar kasus tersebut tidak sampai ke ranah hukum.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iqbal Alqudusy menjelaskan, Polres Brebes saat ini masih mengadakan pemeriksaan terhadap para saksi, pelaku, termasuk korban pemerkosaan. Selain itu juga melakukan pengembangan kasus terhadap LSM BPPI yang melakukan mediasi. 

"Pada tanggal 18 Januari 2023 sore, salah satu orangtua pelaku pemerkosaan melaporkan LSM BPPI atas dasar dugaan pemerasan atau penipuan atau penggelapan terhadap para orang tua pelaku," jelasnya, Kamis, 19 Januari 2023.

Ia menambahkan, Kapolri dan jajaran concern terhadap perlindungan hak anak dan perempuan serta pengungkapan kasus tindak pidana dengan korban anak dan perempuan.

"Kapolda tadi di Sukoharjo juga sampaikan akan selesaikan secara tuntas , profesional dan proporsional, dengan tetap mengedapankan prinsip - prinsip hukum equality before the law. Serta memberikan perlindungan terhadap korban yang masih di bawah umur dan juga memberikan hak hak 5 orang pelaku yang juga masih di bawah umur," tegasnya.

Sebagai https://www.viva.co.id//berita/nasional/1567004-pelaku-pemerkosaan-di-brebes-diminta-uang-rp-200-juta-agar-kasus-tak-ke-ranah-hukum, kasus ini mencuat setelah polisi melakukan penyelidikan terkait laporan adanya kasus dugaan pencabulan terhadap anak perempuan bernama WD (15) oleh 6 orang secara bergantian pada 27 Desember 2022.

Halaman Selanjutnya
img_title