Kasus Ibu-Anak Tipu Putri Kerajaan Saudi Rp 512 Miliar, Modus Bangun Vila di Bali

Sidang vonis kasus penipuan investasi dengan korban putri Kerajaan Arab Saudi
Sidang vonis kasus penipuan investasi dengan korban putri Kerajaan Arab Saudi
Sumber :
  • VIVA/Maha Liarosh

VIVA Nasional – Kasus penggelapan atau penipuan investasi yang berujung pencucian uang terhadap korban salah satu putri Kerajaan Arab Saudi Princess Lolwah binti Muhammed Bin Abdullah Al Saud telah bergulir di persidangan. 

Kasusnya kini telah diputus bersalah di Pengadilan Negeri Gianyar, Bali. Dua terdakwa yang merupakan ibu dan anak, Evie Marindo Christina dan Eka Augusta Herriyani masing-masing sudah divonis 4 tahun penjara untuk kasus penipuan pada Oktober 2020 silam. 

Sedangkan untuk kasus pencucian uang dari perkara asal, yakni penipuan, kedua terdakwa masing-masing divonis 19 tahun penjara. 

Kasus ini berawal dari laporan kuasa hukum korban Princess Lolwah pada 2019 ke Bareskrim Polri, yang melaporkan bahwa kliennya menjadi korban penipuan warga negara Indonesia inisial EMC alias Evie dan EAH alias Eka. Dengan kerugian sekitar USD 36 Juta atau Rp 512 miliar lebih.

Karopenmas Mabes Polri, Raden Prabowo Argo Yuwono.

Karopenmas Mabes Polri, Raden Prabowo Argo Yuwono.

Photo :
  • VIVAnews/ Bayu Januar.

Pihak kuasa hukum Princess Lolwah melaporkan adanya dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan/atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. 

Diketahui, Princess Lolwah awalnya memiliki hubungan dengan pelaku Eka sebagai atasan dan bawahan. Princes Lolwah memiliki bisnis dan investasi di Malaysia, dimana pelaku Eka pernah menjadi karyawan di bisnis tersebut. 

Halaman Selanjutnya
img_title