Jokowi Jawab Permohonan Ibu Bharada E: Saya Tak Bisa Intervensi Hukum

Presiden Jokowi berikan keterangan pers di Stasiun LRT TMII
Presiden Jokowi berikan keterangan pers di Stasiun LRT TMII
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

VIVA Nasional – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapannya mengenai adanya permohonan ibunda Bharada Richard Eliezer yang meminta keringanan hukum bagi anaknya. Sebagaimana diketahui, Bharada Richard Eliezer yang dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Terkait hal tersebut, Jokowi mengaku dirinya tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Terkait proses hukum itu menjadi ranah dari kejaksaan dan juga majelis hakim.

"Saya tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan," kataJokowi usai meninjau proyek sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Selasa.

Momen Bharada E terima tuntutan 12 tahun penjara

Momen Bharada E terima tuntutan 12 tahun penjara

Photo :
  • YouTube tvOneNews

Jokowi menekankan semua pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan di masing-masing lembaga negara. Dia menyampaikan hal itu berlaku untuk semua kasus hukum, bukan hanya kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat yang menyeret mantan kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Ferdy Sambo (FS).

"Bukan hanya kasus FS saja, untuk semua kasus, tidak (bisa mengintervensi); karena kita harus menghormati proses hukum yang ada di lembaga-lembaga negara yang sedang berjalan," kata Jokowi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Richard Eliezer atau Bharada E dengan hukuman 12 tahun penjara. Jaksa menilai Bharada E terbukti secara sah terlibat kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Halaman Selanjutnya
img_title