Mengenal Istilah Handover saat Beli Apartemen, 5 Hal Ini Wajib Diperhatikan

Ilustrasi apartemen
Ilustrasi apartemen
Sumber :
  • Pixabay

VIVA Lifestyle – Istilah serah terima kunci atau handover sering kita dengar dalam bidang jual beli properti. Biasanya istilah ini digunakan untuk proses penyerahan kunci unit apartemen yang sudah selesai dibangun dari pengembang (developer) kepada pembeli dalam bentuk penyerahan kunci. 

Berbicara mengenai handover dari developer kepada pembeli, ada hal yang perlu Anda perhatikan sebagai pembeli. Apa saja? Berikut ini rangkumannya dikutip dari berbagai sumber. Yuk, scroll!

1. Apa yang harus saya perhatikan saat menyerahkan apartemen dan dokumen apa yang harus saya bawa?
Saat proses ini, Anda harus di lokasi secara langsung. Penting juga untuk mengambil salinan protokol serah terima sejak Anda pindah. Ini memungkinkan Anda untuk membuktikan cacat mana yang sudah ada saat Anda mengambil alih apartemen, dan Anda tidak perlu membayar kerusakan yang tidak Anda sebabkan sendiri. Agar aman, Anda juga harus membawa kontrak sewa.

Ilustrasi unit dalam apartemen.

Ilustrasi unit dalam apartemen.

Photo :
  • Pixabay/Jarmoluk

2. Apa yang harus saya perhatikan saat proses handover
Anda bisa menandatangani protokol serah terima jika semua sudah Anda setujui. Jika Anda keberatan dengan elemen protokol apa pun, jangan menandatanganinya. Sebagai alternatif, Anda dapat memasukkan ketentuan dalam protokol tentang poin-poin yang tidak Anda setujui.

3. Cek Kondisi Dinding
Proses yang tidak kalah penting yaitu memeriksa seluruh bagian dinding rumah untuk mengetahui apakah ada cacat pada plester, permukaan yang tidak rata, atau cat dinding yang meluber. Untuk memeriksa ini, Pins bisa mendekatkan lampu atau senter pada bagian dinding.

4. Tes Semua Kunci
Ketika ada kunci yang tidak berfungsi, dipastikan ada kerusakan karena kesalahan pembuatan sehingga tidak cocok dengan pintu hunian. Pins bisa langsung melaporkannya pada developer jika hal ini terjadi.

Halaman Selanjutnya
img_title