Kasus COVID-19 di Indonesia Melandai, Masih Perlukah Vaksin Booster Kedua?

vaksin booster
vaksin booster
Sumber :
  • Ilustrasi

VIVA Lifestyle – Akhir Desember 2022, pemerintah memutuskan menghapuskan PPKM di seluruh tanah air. Hal ini menyusul dengan kasus COVID-19 di Tanah Air yang sudah terkendali. Selain itu, tingkat vaksinasi primer di tanah air yang cukup tinggi juga menjadi pertimbangan.

Di tengah penghapusan sistem PPKM per akhir 2022 lalu, awal pekan ini pemerintah mulai program vaksinasi booster kedua. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Lantas perlukah masyarakat untuk mendapatkan vaksin booster kedua di tengah penurunan kasus COVID-19 dan penghapusan PPKM?

VIVA Militer: Vaksinasi booster prajurit Kopassus.

VIVA Militer: Vaksinasi booster prajurit Kopassus.

Photo :
  • Penerangan Kopassus

Terkait hal itu, Ketua Satgas COVID-19 PB IDI, Dr.dr. Erlina Burhan, Sp.P (K), MSc, masyarakat tetap perlu mendapatkan booster kedua. Sebab, kasus COVID-19 yang tidak bisa diprediksi.

Hal ini mengacu pada kasus COVID-19 di China dan Jepang yang meningkat selama beberapa waktu belakangan ini.

"Contoh Jepang dan China mereka sangat hati-hati, protokol kesehatan ketat tapi bisa peningkatan kasus terjadi di situ," kata dia dalam virtual conference, Rabu 25 Januari 2023.

Lebih lanjut, diungkap oleh Erlina Burhan bahwa proteksi vaksinasi yang didapatkan oleh masyarakat akan menurun setelah enam bulan divaksinasi.

Situasi vaksinasi booster di Bali

Situasi vaksinasi booster di Bali

Photo :
  • VIVA/Ni Putu Putri Muliantari
Halaman Selanjutnya
img_title