70 Persen Ibu yang Memiliki Waktu untuk Diri Sendiri Cenderung Punya Perasaan Positif

Ilustrasi keluarga
Ilustrasi keluarga
Sumber :
  • U-Report

VIVA Parenting – Memperingati Hari Ibu, Orami meluncurkan survei yang mengupas tentang pentingnya self-love bagi Ibu serta pentingnya dukungan dan supporting system untuk kesehatan mental Ibu di Indonesia.

Melalui survei ini, Orami ingin memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan mental Ibu serta kiat-kiat yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan mental yang dialami Ibu. Survei ini dilaksanakan selama bulan November dan melibatkan lebih dari 1200 Ibu pengguna aplikasi Orami yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. 

Isu kesehatan mental ibu

Isu kesehatan mental ibu merupakan isu yang begitu penting. Berdasarkan data WHO tahun 2019 , di seluruh dunia sekitar 10% ibu hamil dan 13% ibu melahirkan mengalami gangguan mental, dimana mayoritas dari mereka mengalami depresi awal.

Bahkan di negara berkembang, angka tersebut lebih tinggi yaitu sekitar 15,6% selama hamil dan 19,8% setelah melahirkan. Adapun gangguan mental tersebut disebabkan salah satunya adalah faktor lingkungan sekitar yang belum menjadi support system atau sistem pendukung yang kondusif bagi kesehatan mental ibu. 

Survei Orami juga mencatat bahwa 40% perempuan di Indonesia merasa lelah, takut, dan marah setelah menjadi seorang Ibu. Adanya kondisi tersebut berkaitan dengan kurangnya waktu bagi mereka untuk diri sendiri atau me-time. Ibu yang tidak memiliki waktu untuk diri sendiri dipengaruhi oleh faktor seperti kurangnya dukungan dari sekitar termasuk lingkungan, pasangan dan keluarga.

Survei Orami pun menemukan bahwa 7 dari 10 Ibu belum pernah mengakses layanan psikolog. Alasan yang diberikan oleh responden cukup beragam, seperti merasa belum membutuhkan, tidak memiliki waktu dan biaya, serta memiliki support system (suami, anak dan keluarga) yang cukup baik.

Halaman Selanjutnya
img_title