MEA, Harapan dan Kenyataan

Presiden Joko Widodo dan Menag Lukman Hakim Saifuddin
Presiden Joko Widodo dan Menag Lukman Hakim Saifuddin
Sumber :
  • ANTARA/ Widodo S. Jusuf

VIVAnews - Tiga orang antre di depan kasir. Di tangan mereka ada setumpuk barang belanjaan. "Ini saja Kak, isi pulsanya tidak sekalian," sapa pramuniaga. Pengantre paling depan hanya menggeleng.

"Terima kasih, silakan datang kembali," ungkap pramuniaga itu usai melayani pembeli.  Pramuniaga lain menyapa setiap pembeli yang masuk. "Selamat siang, selamat berbelanja di Alfamart".

Sapaan dan layanan ramah menjadi ciri minimarket itu. Mereka ingin pelanggan puas dan nyaman dengan pelayanan gerai yang menjual kebutuhan sehari-hari itu.

Upaya itu bukan tanpa alasan. Alfamart menjadi salah satu ritel yang sedang mempersiapkan diri menjelang penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang mengelola gerai Alfamart dan Alfamidi, kini tengah fokus untuk pengembangan dan peningkatan kualitas karyawan.

"Perusahaan sedang fokus pada kualitas karyawan melalui perekrutan dan pelatihan teknis. Ini agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan memastikan kaderisasi dapat berjalan untuk bisa melanjutkan pengembangan perusahaan," ujar Corporate Affairs Director Sumber Alfaria Trijaya, Solihin.

Karena, pada Desember 2015, distribusi barang dan jasa antarnegara di kawasan Asia Tenggara akan jauh lebih mudah. Tentu, kompetisi menjadi semakin ketat.

Dia berharap, era MEA mendatang dapat menjadi momentum bagi perusahaan-perusahaan nasional, khususnya sektor ritel untuk berkembang dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dibandingkan dengan sektor lain, menurut Solihin, sektor ritel punya potensi yang besar untuk berkembang. Sebab, Indonesia masih menjadi pasar terbesar di ASEAN, sehingga menjadi ladang menjanjikan bagi investor negara lain.

Sumber Alfaria, menurut Solihin, sudah siap menghadapi MEA 2015. Perseroan terus meningkatkan kompetensi 105 ribu karyawannya, yang terdiri atas Alfamart 92 ribu orang dan Alfamidi 13 ribu orang.

"Masuknya peritel asing tidak dapat dibendung, mereka juga akan membawa teknologi dan sistem baru. Oleh karenanya, pemerintah dan semua sektor usaha harus mempersiapkan diri dengan matang," katanya.

Alfamart

Alfamart menjadi salah satu ritel yang sedang mempersiapkan diri menjelang penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN. (Foto: Dok. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk)

Indonesia Belum Siap?
Namun, sejumlah kalangan khawatir dengan mulai diterapkannya pasar bebas Asia Tenggara itu pada akhir tahun ini. Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, menilai Indonesia belum siap.
Halaman Selanjutnya
img_title