Iklim Berubah, Bahaya Merambah

Nelayan di Yogyakarta
Nelayan di Yogyakarta
Sumber :
  • ecetemelkuran.com/Juna Sanbawa

ecetemelkuran.com - Suara kentongan memecah kesunyian Pantai Samas. Sejumlah orang sontak berlarian ke bibir pantai ini, yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebuah perahu jenis jukung berukuran sekitar 9 x 1 meter terlihat menepi. Belasan orang langsung mendekat dan menarik perahu yang baru merapat tersebut.

Mereka menarik perahu secara bergantian. Sesekali terdengar guyonan dari para nelayan Pantai Selatan ini.

Sampai di daratan, mereka langsung membongkar muatan. Mimik kecewa terlihat di wajah para nelayan ini, demi mengetahui hasil tangkapan tak sesuai harapan.

Perahu yang baru saja mengarungi lautan ini hanya membawa sedikit ikan. Padahal, bulan ini seharusnya musim ikan, khususnya bawal. Ikan yang didapat tak sebanyak musim ikan tahun-tahun sebelumnya.

Ikan yang tak seberapa banyak itu langsung dimasukkan ember, kemudian dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berjarak sekitar 200 meter dari pantai. Sejumlah pedagang tampak sudah menunggu di bangunan ala kadarnya yang digunakan sebagai TPI sementara ini.

Setelah ditimbang dan dipilah sesuai jenisnya, tangkapan nelayan itu pun langsung dilelang. Para pedagang tampak sungkan, karena ikan yang dilelang tak banyak dan kurang beragam.

Ketua TPI, Sadino, menuturkan dulu nelayan di Pantai Samas sangat bergairah karena merasakan nikmatnya menjadi nelayan. Selain hasil tangkapan bagus, harga ikan juga merangkak naik.

Warga dari daerah lain seperti Kabupaten Kebumen dan Cilacap ikut melaut di pesisir Pantai Selatan ini. Namun, saat ini alam berbicara lain.

“Jika dalam setahun bisa melaut selama enam bulan, saat ini bisa melaut lima bulan saja sudah bersyukur," ujar Sadino kepada ecetemelkuran.com, Rabu, 25 Februari 2015.

Menurut dia, kondisi alam seperti gelombang dan angin saat ini tak bisa diprediksi secara pasti. "Saat akan turun melaut kondisi baik. Namun, baru turun satu jam kondisi gelombang dan angin di tengah laut sudah tak bersahabat. Akhirnya, harus naik lagi ke daratan tanpa hasil," ujarnya menambahkan.

Keluhan serupa disampaikan Mugari, salah seorang nelayan. Ia mengatakan, saat ini, hampir semua nelayan di Pantai Selatan Yogyakarta terdampak kondisi alam yang tak mau berkawan.

Halaman Selanjutnya
img_title