Bisnis Haram Pemain Peran

Polisi memperlihatkan muncikari RA
Polisi memperlihatkan muncikari RA
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

VIVA.co.id - Hari belum terlalu malam. Jam di tangan masih menunjuk angka delapan. RA tampak gelisah. Ia duduk sendiri di kafe salah satu hotel yang terletak di Jakarta Selatan.

Sesekali, ia melihat telepon genggam dan arlojinya di tangan. Selang setengah jam, seorang perempuan yang belakangan diketahui berinisial AA terlihat menghampiri. Tak lama kemudian, seorang pria turun dari lantai atas dan langsung bergabung.

Pembicaraan ketiganya tak berlangsung lama. Pria yang baru turun itu kembali naik ke atas. Namun, kali ini ia tak sendiri. AA turut bersamanya.

Mereka menuju salah satu kamar hotel bintang lima ini. Pria ini langsung meminta AA untuk mandi. Saat itu lah, seorang polisi wanita (Polwan) masuk ke kamar dan langsung menangkap AA yang masih mengenakan handuk. Sementara itu, pria yang membawa AA kembali turun untuk menangkap RA.

Demikian drama penangkapan RA dan AA seperti diceritakan oleh sumber VIVA.co.id beberapa waktu lalu. AA merupakan model dan artis yang nyambi menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Sementara itu, RA adalah muncikari yang menfasilitasi AA "menjual diri". Pria yang memesan AA dan bertransaksi di kafe adalah polisi yang menyamar. Usai ditangkap, RA dan AA langsung digelandang ke Polres Jakarta Selatan.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes (Pol) Wahyu Hadiningrat membenarkan, untuk menangkap RA dan AA, polisi telah menyamar. Ia mengatakan, pengungkapan prostitusi yang melibatkan artis AA bukan hal mudah.

Polisi harus menyamar dan mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk dapat membongkar jaringan prostitusi "papan atas" tersebut.

"Prosesnya dilakukan penyamaran, kemudian kami bayar, lalu kami janjian. Dari pertemuan ada syaratnya, hotelnya seperti apa, baru hari H-nya," kata Wahyu dalam gelar perkara di Polres Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Mei 2015.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Lataheru menambahkan, saat ini, polisi masih terus memeriksa RA. Sementara itu, status AA masih sebagai saksi.

Menurut dia, polisi akan memeriksa setiap orang yang diduga terlibat atau mengetahui praktik prostitusi yang melibatkan model dan artis ini. Namun, polisi tak akan memeriksa semua perempuan yang dijajakan RA.

“Kalau tiga atau satu sudah cukup, enggak perlu sampai 200,” ujarnya di Jakarta, Senin, 11 Mei 2015.

Ia menjelaskan, polisi berhasil membongkar kasus itu setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait praktik prostitusi dengan harga tinggi. Dengan modal informasi tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan.

Menurut dia, jaringan prostitusi yang dilakukan RA terbilang rapi dan ketat. Karena, tak sembarang orang bisa masuk.

“Jaringan ini sangat tertutup. Jadi, kami menjadi pembeli. Pembeli pun sangat ketat syaratnya,” tuturnya.

Rilis barang bukti praktik prostitusi kelas atas

Kapolres Jaksel Kombes Pol Wahyu Adiningrat (kiri) dan Kasat Reskrim AKBP Audi Latuheru menunjukkaan barang bukti praktik prostitusi kelas atas, Sabtu (9/5/2015). Foto: ANTARA/Reno Esnir



Menilik Prostitusi Artis
Menjadi muncikari sebenarnya hanya pekerjaan sampingan. Karena, profesi RA yang sebenarnya adalah make up artis. RA mengaku, ia menjalankan bisnis tersebut sendirian. Namun, ia tak menjajakan sembarang perempuan.

“Usianya di atas 22 tahun biasanya serta berlatar belakang artis dan model,” ujarnya beberapa waktu lalu.

RA mengatakan, ia mendapatkan bagian 20 persen dari tiap transaksi. Dalam sebulan, ia bisa mendapatkan satu hingga dua klien yang menggunakan jasanya untuk bisa mengencani model dan artis koleksinya.

Menurut dia, pelanggannya dari beragam kalangan. Ada sekitar 200 perempuan yang ia jajakan. Dari jumlah tersebut, separuhnya sudah pernah "dipakai".

Guna menggaet pelanggan, RA hanya bermodal telepon genggam. Komunikasi biasanya dilakukan melalui Blackberry Messenger (BBM) atau WhatsApp (WA). Setelah itu, ia akan menemui langsung calon pelanggannya.

“Saya ketemu kliennya langsung. Ada dua kali, pertama kami makan siang dan besoknya hari eksekusinya,” dia menerangkan.

RA mengaku sudah menjalani profesi itu sejak dua tahun lalu. Ia tak merekrut atau mengajak artis dan model yang hendak menggunakan jasanya. Menurut dia, para model dan artis yang meminta dia untuk menjajakan mereka.

“Biasanya, mereka dengan sendirinya menawarkan diri. Tanpa ada paksaan,” tuturnya.

Amel Alvi, model dan artis yang diduga sering dikaitkan dengan kepanjangan inisial AA membantah kenal RA dan terlibat prostitusi. Meskipun, sejumlah fakta menegaskan bahwa seseorang mirip Amel itu kenal dengan RA.

Fakta itu misalnya terdapat dari sebuah foto yang memperlihatkan kedekatan seseorang mirip Amel dengan sang germo. Kedekatan itu terlihat di akun Instagram pribadi milik RA, @obieabbas.

Di salah satu foto yang pernah diunggahnya hampir setahun lalu, RA terlihat sedang berpose mesra dengan pemain film Pulau Hantu 3, Main Dukun, dan Romeo+Rinjani itu. RA bahkan dengan jelas menuliskan, "With amelalvie", di judul foto tersebut.

Amel juga membantah, perempuan yang ditangkap polisi bersama RA adalah dia. Meski baju yang dipakai si perempuan sama seperti baju Amel yang pernah diunggahnya ke Instagram, Amel tetap menolak terlibat jaringan prostitusi yang dilakukan RA.

"Baju yang saya pakai kan beli, bukan yang limited edition, saya beli di mal. Ya mungkin banyak orang yang beli baju kaya aku," katanya.

Ia berdalih, saat polisi menangkap RA, dia sedang syuting. Amel juga mengatakan tak kenal RA. "Saya nggak pernah kenal. Belum pernah ketemu," ujarnya.

Maia Estianty dan Tuty Alawiyah

Maia Estianty dan Mantan Menteri Pemberdayaan Wanita, Tuty Alawiyah saat diskusi bertajuk Prostitusi Artis di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/5/2015). Foto: ANTARA/Teresia May



AA tak sendiri. Selain dia, belasan inisial yang diduga artis dan bisa di-booking beredar luas di masyarakat. Misalnya NM yang diduga merupakan inisial dari Nikita Mirzani.

Halaman Selanjutnya
img_title