Berlomba Bangun Transportasi Berbasis Rel

Ilustrasi LRT
Ilustrasi LRT
Sumber :
  • REUTERS/Charles Platiau

VIVA.co.id - Siang hari di akhir pekan ini, Jakarta terasa terik. Kemarau panjang membuat jalanan Ibu Kota kering dan berdebu, tak terkecuali di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Beragam kendaraan yang lalu lalang membuat debu beterbangan. Mobil-mobil berjubel dan pengemudinya berebut mencari jalan, membuat macet jalan yang terletak di jantung Jakarta ini.

Kemacetan memang sudah menjadi urat nadi Kota Jakarta, termasuk di Bunderan HI ini. Dan, beberapa bulan belakangan, ruas jalan di MH Thamrin ini semakin sesak dan padat dari biasanya. Di beberapa titik jalan terjadi penyempitan karena pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT).

Pengendara yang lewat jalur protokol ini bisa melihat tumpukan besi, traktor dan alat berat lain di sepanjang jalan. Tak hanya itu, puluhan orang berseragam rompi dan mengenakan helm pengaman juga terlihat lalu lalang di tengah jalan yang disekat dengan seng.

Sebagian tampak sibuk memotong besi. Sementara yang lain sibuk mengangkut semen dan peralatan proyek. Para pekerja ini sedang membangun ruang bawah tanah untuk MRT. Panasnya Jakarta dan deru kendaraan yang lalu lalang seolah tak mengganggu aktivitas mereka.

Proyek pembangunan MRT ini dirancang dua struktur, ada layang dan dalam tanah.  Untuk pembangunan jalur dalam tanah di area transisi yang dekat patung pemuda Jalan Sudirman akan ditanam Tunnel Borring Machine, alat untuk menggali dan membuat terowongan. Menurut dia, ada dua TBM yang sudah disiapkan. Salah satunya akan diujicoba pada minggu ketiga September.

Untuk koridor tahap pertama, dari Lebak Bulus sampai Bunderan HI ada dua struktur, layang dan dalam tanah. Stasiun pertama bawah tanah untuk sisi selatan nantinya dinamai Stasiun Senayan. Jumlah keseluruhan ada 13 stasiun, 7 di atas dan 6 di bawah tanah.

“Untuk layang dari Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, terus turun, Senayan, Istora, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas, Bunderan HI. Untuk fase satu endingnya di Bunderan HI,” ujar Corporate Secretary PT MRT Jakarta TB Hikmat kepada VIVA.co.id, Jumat, 21 Agustus 2015.

PT MRT saat ini sedang fokus mengerjakan tahap satu. Nantinya akan ada fase dua dari Bunderan HI ke Kampung Bandan, atau ke arah utara.

SOROT MRT/LRT Perkembangan Pembangunan MRT di Kawasan Sudirman, Jakarta

Pembangunan fasilitas penunjang MRT di Kawasan Sudirman, Jakarta. Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga

Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Bustami, sampai saat ini pembangunan MRT sudah mencapai 25 hingga 30 persen. Proyek ditargetkan selesai pada 2018. Sejauh ini sudah tak ada masalah yang berarti, termasuk soal pembebasan lahan. “Sudah tak ada lagi, kan kita sudah rapat dengan Gubernur DKI. Itu sudah clear. Sudah gak ada masalah,” ujarnya kepada VIVA co.id, Kamis lalu.

Namun, pernyataan berbeda disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab disapa Ahok ini mengatakan, pembebasan lahan masih menjadi kendala utama dalam pembangunan MRT. “Untuk bebasin lahan, ketika disurvei, dia yang punya lahan dimahal-mahalin karena tahu kita butuh,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 19 Agustus 2015.

Guna mengatasi hal itu, Ahok meminta bantuan pengadilan. Caranya, uang pembebasan lahan ia titipkan di pengadilan. “Istilahnya kita sita paksa. Harga hanya satu patokannya, harga berdasarkan appraisal. Sudah dapat harga itu kita tawarkan kepada yang punya, Anda mau ambil atau kami titip di PN. Kita konsinyasi kita ambil. Kita sita saja sudah. Jalur tak bisa belok lagi,” ujarnya.

Sejumlah kalangan menyambut baik upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun MRT. Alasannya, transportasi massal berbasis rel ini diyakini akan mampu mengurangi kemacetan dan kepadatan lalu lintas di Jakarta.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit menuturkan, setiap penambahan infrastruktur dan layanan angkutan umum akan berdampak positif terhadap mobilitas perkotaan. Pasalnya, masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan.

Menurut dia, investasi perkeretaapian selain memberi peluang pertumbuhan juga bisa dimanfaatkan pemerintah untuk memperbaiki struktur tata ruang kota dan menciptakan kota yang nyaman. “Saya sudah pernah bicara dengan Presiden Jokowi yang menyatakan, beliau sangat percaya kereta api adalah kebutuhan untuk mobilitas perkotaan di Indonesia,” ujarnya.

Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) menyatakan, arah kebijakan pengembangan transportasi perkotaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 adalah mengembangkan sistem angkutan umum massal yang modern dan maju dengan orientasi kepada bus maupun rel. Salah satunya membangun MRT di Jabodetabek.

Menurut Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartono, pemerintah pusat dan Pemprov DKI saat ini sedang berupaya mempercepat proses pembangunan angkutan umum massal khususnya di DKI sebagai bagian dari rencana pembangunan angkutan umum massal wilayah Jabodetabek. Ia mengatakan, keberadaan MRT sudah mendesak.

SOROT MRT/LRT

Halaman Selanjutnya
img_title