Mereka Pilih Pindah Haluan

Putra Fajar saat launching aplikasi UMMAR
Putra Fajar saat launching aplikasi UMMAR
Sumber :
  • Dokumentasi Pribadi

ecetemelkuran.com - Kedua matanya memerah. Tesmak bening yang bertengger di atas hidung, tak mampu menutupi air yang menggenang di kedua bola matanya. Sesekali, ia melepas kacamata dan menyeka air mata yang jatuh dengan kedua tangannya.

Suaranya terdengar berat, seolah ada beban yang menyumbat. Tak jarang, ia mendesah dan menarik napas panjang.

Beberapa kali, ia menghentikan cerita dan terdiam. Matanya yang basah terlihat nanar, memandang jalanan.

Ia berusaha menghangatkan suasana dengan berkelakar dan bercanda. Sesekali, ia tertawa, meski dengan mata merah dan raut wajah yang tak berubah.

Putra Fajar (37), demikian nama yang tertera di kartu identitasnya. Namun, pria yang dikenal hangat dan suka bercanda ini biasa disapa dengan Putra.

Tak ada yang istimewa dengan ayah empat anak ini. Tubuhnya yang terlihat kurus hanya dibalut kaos oblong warna merah dipadu celana gelap dan sandal jepit kulit ala kadarnya.

“Istri saya sekarang kurus. Mungkin karena pusing mikirin kondisi keuangan kami,” ujarnya seraya tersenyum kecut saat ecetemelkuran.com menemuinya di salah satu rumah toko (ruko) di kawasan Bogor, Rabu, 6 Januari 2016 lalu.

“Anak saya juga sudah lima bulan belum bayar uang sekolah. Jangankan uang sekolah, air di galon habis saja kami sudah bingung,” ujarnya sambil terkekeh.

Pengakuan Putra sangat mengejutkan. Pasalnya, suami Dessy Noviyanti ini merupakan mantan orang nomor satu di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang outdoor advertising.

Putra adalah Direktur Utama di perusahaan bonafide tersebut. Tak hanya itu, pria ini juga berasal dari keluarga yang berkecukupan. Sejak kecil hingga kuliah dan memimpin perusahaan, hidupnya bergelimang harta, tak pernah kekurangan.

Rising Star

Nama Putra mungkin sudah tak asing di telinga para pelaku bisnis outdoor advertising di Ibu Kota. Pasalnya, ia merupakan salah satu ‘pangeran’ dalam bisnis ini.

Sejak ia menjadi direktur utama pada 2006, perusahaannya terus menangguk untung. Padahal, jebolan Strategi Pemasaran dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengaku tak memiliki pengalaman memimpin perusahaan.

“Bahkan saya tidak tahu bagaimana cara memimpin rapat saat awal-awal menjadi dirut,” ujarnya sambil tertawa.

Namun, berbekal berbagai pelatihan, serta segudang buku-buku manajemen dan motivasi, ia berhasil menakhodai perusahaan keluarganya tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title