Rasa Tak Luntur Nasi Liwet Solo

Nasi liwet Bu Wongso Lemu terkenal sejak tahun 1950.
Nasi liwet Bu Wongso Lemu terkenal sejak tahun 1950.
Sumber :
  • ecetemelkuran.com/Fajar Sodiq

ecetemelkuran.com – Kain putih bentuk segiempat berukuran besar, dengan tulisan kontras dua warna, merah menyala dan hitam memberi petunjuk kepada para pencinta kuliner, yang sengaja datang ke Jalan Teuku Umar, Keprabon, Solo untuk menikmati rasa nasi liwet legendaris. Dengan tampilan sangat sederhana, namun warung makan yang menawarkan rasa istimewa di setiap santapannya itu menjadi favorit petinggi negeri ini, pejabat hingga rakyat biasa.  

Melewati kain yang terpasang dari atap hingga permukaan jalan bertulis, Nasi Liwet Bu Wongso Lemu Asli 99, tampak bangku panjang dari kayu dan menghadap penjual dengan dandanan pakaian tradisional beserta aneka ragam hidangan. Sedikit masuk ke dalam, terdapat ruang lesehan dengan jejeran meja panjang dari kayu, dan beberapa toples serta wadah khas dari rotan dilapisi daun pisang berisi beberapa lauk di atasnya. Tikar yang digelar di atas lantai memberi kesan hangat ruangan itu.

Memandang sekitar warung itu, spanduk warna hijau muda dengan tulisan serupa seperti di depan tampat makan ini kembali menghiasi dinding bagian bawah sekeliling ruangan. Di atasnya ditempel potret para pesohor dan selebriti Tanah Air yang pernah menikmati nasi liwet kebanggaan Solo.  

sorot nasi liwet bu wongso

Dekorasi ruangan tambah ramai, dengan hadirnya potret pendiri dan beberapa keturunan pencipta Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, yang diklaim sudah terkenal sejak tahun 1950 atau lebih dari enam dekade atau tepatnya 66 tahun silam. Sejumlah potret berbingkai emas dan kayu itu sekaligus menjawab rasa penasaran pengunjung dan penggemar makanan tradisional ini terhadap Bu Wongso, pemilik warung dan koki andal pencipta resep makanan yang tetap lestari hingga kini.     

Berdasarkan penuturan salah satu keturunannya, Darsini, neneknya memulai usaha kuliner dengan berjualan di trotoar sekitar Keprabon. Seiring waktu dan sejalan dengan makin laris nasi liwet buatannya, neneknya kemudian memutuskan pindah ke beberapa rumah toko atau ruko di Keprabon, yang bertahan ditempati hingga saat ini.

Dan setelah sepeninggal peracik nasi liwet pertama di kota itu, usaha kuliner dengan rasa khas tradisi itu dilanjutkan oleh beberapa generasi berikutnya. Terhitung sudah tiga keturunan yang melanjutkan usaha kuliner nasi liwet tersohor tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title