Menunggu Pemilik Baru Tahta Negara Adidaya

Amerika Serikat akan memilih pemimpin baru untuk menggantikan Barack Obama yang telah memimpin AS selama 8 tahun.
Amerika Serikat akan memilih pemimpin baru untuk menggantikan Barack Obama yang telah memimpin AS selama 8 tahun.
Sumber :
  • REUTERS/Jim Young

ecetemelkuran.com – Negara adi daya, Amerika Serikat, akan memiliki pemimpin baru. Presiden saat ini, Barack Obama sudah waktunya lengser setelah memimpin AS selama delapan tahun. Obama sudah dua periode, dan menurut konstitusi AS dia tak boleh dipilih lagi. 

Dua calon presiden dengan kesempatan  paling kuat sudah terpilih dari dua partai yang ada di Amerika. Hillary Clinton dari Partai Demokrat, dan Donald Trump dari Partai Republik. Sejak awal penjaringan kandidat, posisi Trump dan Clinton sudah terlihat sama kuat. Keduanya tersaring setelah berhasil menyisihkan rekan partainya. 

Sejak awal sah menjadi calon Presiden AS, kedua orang ini bergantian diterpa pemberitaan negatif. Berbeda dengan Clinton yang hanya diterpa isu, Trump kerap membuat blunder dengan ucapannya sendiri. Mulai dari keinginannya melarang Muslim masuk ke AS, menghina Meksiko dan akan membangun perbatasan dengan Meksiko, memuji-muji Putin, dan mengaku akan mendekat dengan Rusia jika terpilih jadi Presiden AS. Sementara kasus paling kuat yang menerpa Hillary Clinton hanyalah soal penggunaan email pribadi yang pernah dia lakukan saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. 

Capres Amerika Serikat, Donald Trump

Donald Trump, Calon Presiden AS dari Partai Republik. (REUTERS)

Kisah Trump semakin memanas saat rekaman video sebuah acara televisi pada tahun 2005 beredar ke publik. Dalam rekaman itu, terdengar Trump mengatakan bahwa ia bisa melakukan apapun pada seorang perempuan, bahkan tanpa meminta ijin pada mereka. Rekaman yang beredar satu minggu sebelum Debat Kandidat Ketiga, yang dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2016, ternyata memberi pengaruh signifikan pada kandidat dari Partai Republik itu. Jika sebelumnya terjadi saling kejar perolehan elektabilitas antara Clinton dan Trump, kasus ini membuat elektabilitas Clinton secara stabil naik dan meninggalkan Trump, meski hanya sedikit.

Hajatan besar rakyat Amerika itu akan digelar pada 8 November mendatang. Tak hanya rakyat Amerika yang menunggu babak akhir dari gelaran nasional itu, namun seluruh dunia menunggunya. Indonesia juga menunggu siapa kandidat yang menempati singgasana utama Amerika.  Dari hasil debat kandidat, kebijakan luar negeri Trump dinilai akan membawa Amerika menjadi lebih tertutup. Sementara, kebijakan luar negeri Hillary Clinton, diyakini akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan Obama.

Halaman Selanjutnya
img_title