Melawan Hoax

Ilustrasi/Kabar hoax
Ilustrasi/Kabar hoax
Sumber :
  • PeopleOnline

ecetemelkuran.com – Ajang Pemilihan Kepada Daerah di DKI Jakarta yang gelarannya dimulai sejak pertengahan 2016 membuat panas jagat maya. Ujaran penuh kebencian, bahkan mengarah ke https://www.viva.co.id//indepth/sorot/860375-melawan-hoax palsu alias hoax, di timeline-timeline media sosial berseliweran setiap saat.

Inilah yang membuat Nuri, 38 tahun, geram bukan kepalang. Sedikitnya selama ajang pilkada yang gempitanya nyaris menyamai pemilihan presiden ini, ia telah meng-unfriend tujuh teman Facebook-nya. "Gerah saya bacanya," tutur karyawan swasta produk minuman kemasan itu kepada ecetemelkuran.com.

Salah satu kawan yang ditendang dari pertemanannya di Facebook adalah kawan masa kecilnya di sekolah dasar. Nuri menilai postingan kawannya yang cukup melek pendidikan ini sudah sangat keterlaluan, dan penuh kebencian terhadap salah satu kandidat gubernur Jakarta.

Puncaknya saat sang kawan menyebarkan gambar sang kandidat tengah bersantap bersama pimpinan polisi. Postingan itu memuat botol minuman Equil yang dishare sebagai minuman keras.

"Ini sudah keterlaluan. Padahal di media massa sudah dijelaskan bahwa itu adalah minuman biasa," katanya. Nuri mengaku tidak terlalu fanatik pada satu calon, ia juga tidak terlalu membenci calon tertentu. Hanya saja ia tidak tahan dengan postingan-postingan berbau fitnah yang menghiasi timeline akun media sosialnya.

Nuri tidak sendirian, sejumlah pengguna media sosial juga melakukan hal yang sama. Mimi, 45 tahun, yang aktif di Facebook juga meng-unfriend salah satu kawannya yang dianggap terlalu kasar menghina pendukung calon tertentu.

"Ketika diingatkan, ia malah menantang yang berkomentar untuk meng-unfriendnya," kata karyawan swasta ini. Sepanjang memiliki akun Facebook, Mimi mengaku baru kali ini ia memutuskan pertemanan di media sosial itu.

Halaman Selanjutnya
img_title