Terjerat Candu Hallyu

Konser SMTown Live World Tour III in Jakarta
Konser SMTown Live World Tour III in Jakarta
Sumber :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

ecetemelkuran.com – Dara berlari secepat mungkin dari satu gate ke gate lainnya di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dia tidak sendiri. Ratusan lainnya juga ikut berlari. Mereka rupanya lagi memburu idola dari Negeri Ginseng, Korea Selatan.

Sekian lama menunggu, massa penggemar boyband K-pop BIGBANG itu pun mudah termakan isu. Idola mereka ada di gate ini. Eh, bukan, di gate sana. Walau bikin napas tersengal-sengal bercampur sebal dengan https://www.viva.co.id//indepth/sorot/954750-terjerat-candu-hallyu tak jelas tersebut, tapi itu pengalaman mengasyikkan bagi Dara dan sesama penggemar.

Buktinya, kejadian lima tahun lalu itu masih dia ingat jelas.  Walau habis waktu berjam-jam untuk menunggu dan berlari ke sana ke mari, massa fans K-pop itu akhirnya puas bisa menyambut datangnya supergrup BIGBANG ke Indonesia. Sekali pun mereka cuma bisa dadah dadah atau menjerit histeris demi bisa menarik perhatian idola yang lama ditunggu. Baca juga: Sejarah K-Pop di Tanah Air 

Sejak lima tahun lalu itu, 2012, BIGBANG dan sesama bintang K-pop dari Korea sudah memukau jutaan kaum remaja, maupun mereka yang masih merasa berjiwa muda, di Tanah Air. Sudah tak terhitung berapa kali mereka datang ke Indonesia, baik untuk konser maupun sekadar menyapa penggemar seperti Dara. Baca juga: Berburu Tiket Mahal Konser K-Pop

Mereka ini bagian yang paling populer dari Gelombang Hallyu - yaitu julukan bagi invasi budaya Korea Selatan ke manca negara. Namun serbuan itu bikin banyak orang terhibur dan mau merogoh banyak uang demi menyaksikan aksi panggung para bintang K-pop. Pokoknya mereka dianggap paling keren, paling cantik, dan paling ganteng sejagat.    

Kembali ke cerita Dara. Dia mengaku, saat itu nekat ke bandara, meski tahu tak menjamin akan bertemu BIGBANG. Harap-harap cemas, dia dan sejumlah fans lain mempersiapkan segala perlengkapan tempur mereka. Poster bertuliskan pesan dibuat semenarik mungkin demi mendapat atensi dari idola. Berbuah cukup manis memang, karena Dara beruntung bisa menyambut salah satu personel BIGBANG, Daesung.

"Walau cuma Daesung doang, aku sempet lari bolak-balik ke pintu yang lainnya dari pintu yang semula kudatangi, karena ada info yang bilang dia keluar dari pintu tersebut. Dan itu orang-orang sekalinya lari kayak semut. Desek-desekan ingin yang terdepan. Makanya keamanan kadang suka kewalahan. Biasanya fans-fans itu suka ada project-project penyambutan idola mereka di bandara kan, tapi rata-rata gagal karena pas idolanya muncul, ricuh rebutan," tutur Dara saat menceritakan pengalamannya kepada ecetemelkuran.com.

Kehebohan fans idola Korea memang tak pernah diragukan lagi. Dari bandara hingga konser digelar, euforianya begitu membahana. Di lokasi konser, jumlah fansnya tentu berkali-kali lipat lebih banyak dari mereka yang menyambut di bandara. Area-area konser K-Pop biasanya sudah mulai dipadati sejak pagi.

Teriakan penggemar begitu menggelegar tatkala idolanya naik ke atas panggung. Dibuka dengan lagu-lagu andalan berirama cepat membuat endorfin dalam setiap tubuh fans ini meluap-luap. Mereka berpesta di antara gemerlap lampu panggung dan nyala lightstick yang dibawa. Menyanyikan lagu bersama sang idola sambil sesekali histeris memanggil-manggil namanya. Tak peduli tak didengar sang pujaan, tapi yang pasti, teriakan itu memekakkan telinga dan mereka bahagia tiada tara.

Demam K-Pop di Indonesia sebenarnya dibawa masuk oleh drama-drama yang lebih dahulu tayang di layar kaca. Sebut saja salah satunya ada Full House yang menduniakan nama Rain dan Song Hye Kyo. Soundtrack yang dianggap berhasil menyayat hati membuat banyak fans penasaran dengan para penyanyi di belakangnya. Dari sanalah, sejumlah pelantun asal negeri kimchi itu dikenal.

Di awal tahun 2000-an, fans K-Pop masih jadi kelompok penggemar marjinal yang tak banyak jumlahnya. Jika dibanding dengan negara Asia Tenggara lain, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, tentu saja Indonesia yang terakhir terkena invasi K-Pop ini.

Dahulu, para fans K-Pop selalu iri melihat fans negeri tetangga yang bisa bertemu langsung dengan idola. Namun sekira akhir tahun 2011, fans K-Pop di Indonesia mulai menghirup angin segar. Industri K-Pop mulai tes pasar di Indonesia. Hingga pada tahun 2012, Gelombang Hallyu kian kuat.

Halaman Selanjutnya
img_title