Geliat Sawit di Negara Agraris

Ilustrasi Petani. Sumber: unsplash.com
Ilustrasi Petani. Sumber: unsplash.com
Sumber :
  • vstory

VIVA – Theme Song ST2023 telah bergema. Ini artinya kita akan segara menyongsong tahun sensus pertanian. Agenda sepuluh tahunan negara akan segara dimulai. ST2023 merupakan padanan dari 2 kata, yaitu ST diambil kata Sensus Pertanian, sedangkan 2023 merupakan tahun diadakannya sensus.

ST2023 adalah agenda rutinan Lembaga Negara Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia pada setiap tahun yang berakhiran angka 3. Artinya, Sensus Pertanian terakhir dilaksanakan tahun 2013 dan akan kembali dilaksanakan di tahun 2023. Ini merupakan ketujuh kalinya Sensus Pertanian diadakan, tahun pertamanya pada 1963.

ST2023 dilandasi adanya klaim Indonesia adalah negara agraris. Namun, masih relevankah klaim tersebut di zaman ini?

Pada tahun 1984 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia mencatatkan diri dalam sejarah mampu swasembada beras dengan angka produksi sebesar 25,8 ton dimana jumlah penduduk Indonesia kala itu sebanyak 161,5 juta jiwa.

Namun sayangnya, prestasi tersebut hanya berlangsung sementara dan sekarang Indonesia menjadi salah satu negara pengimpor bahan pangan, salah satunya adalah komoditi beras. Komoditi pokok masyarakat Indonesia.

Indikator Negara Agraris

Negara agraris disematkan ketika negara tersebut menggantungkan pendapatan terbesarnya dari sektor pertanian. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik tahun 2020, sektor pertanian menempati posisi runner up kontribusi pendapatan terbesar setelah industri pengolahan. Nilainya sebesar Rp1.378.131,30 miliar (ADHK) dan Rp2.115.086,10 miliar (ADHB).

Halaman Selanjutnya
img_title
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna ecetemelkuran.com yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.