Mungkinkah Digitalisasi pada Sektor Pertanian?

Lahan padi sawah siap panen di Sentolo Kulonprogo
Lahan padi sawah siap panen di Sentolo Kulonprogo
Sumber :
  • vstory

VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kinerja lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan Indonesia tumbuh sebesar 12,92% pada triwulan II/2021 dan masih tumbuh positif pada triwulan III/2021.

Keunggulan sektor pertanian juga bisa dilihat dari sejumlah indikator seperti nilai tukar petani (NTP), nilai tukar usaha petani (NTUP), ekspor produk pertanian, dan penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi pada masa pandemi Covid-19.

Sektor pertanian diharapkan sebagai katup penyelamat pemulihan ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Bagaimana sektor pertanian dapat tangguh dalam pemulihan ekonomi dan menjaga ketahanan pangan nasional secara berkesinambungan? Harapannya dilakukan dengan digitalisasi pada ekosistem pertanian.

Survei Angkatan Kerja Nasional dari BPS juga mendapatkan sebanyak 20,62% pemuda Indonesia bekerja di sektor pertanian pada Agustus 2020 naik dibanding periode sebelumnya yang berjumlah 18,43%. Kenaikan jumlah kaum muda di sektor pertanian di masa pandemi ini dapat menjadi momentum yang baik. Sebanyak 85,62% di antaranya merupakan pengguna internet dan berpeluang menjadi early adopter teknologi digital pada sektor pertanian.

Teknologi digital pada pertanian dapat didefinisikan sebagai penerapan teknologi https://www.viva.co.id//vstory/opini-vstory/1443517-mungkinkah-digitalisasi-pada-sektor-pertanian dan komunikasi melalui gawai, jaringan, jasa dan aplikasi pada sektor pertanian. Tujuan penggunaannya adalah untuk membantu para pelaku sektor pertanian dalam mengambil keputusan dan memanfaatkan sumber daya (Bank Dunia, 2020).

Menurut laporan MercyCorps dan Rabobank, terdapat 55 teknologi digital pertanian di Indonesia. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa 60% teknologi digital pertanian menyasar pada https://www.viva.co.id//vstory/opini-vstory/1443517-mungkinkah-digitalisasi-pada-sektor-pertanian digital seperti https://www.viva.co.id//vstory/opini-vstory/1443517-mungkinkah-digitalisasi-pada-sektor-pertanian pasar atau harga. Sebanyak 40% lainnya fokus ke akses pasar dan hampir sepertiganya menyasar area rantai pasok dan pengelolaan data, sementara sisanya ke jasa keuangan pada pertanian dan mekanisasi pertanian.

Kehadiran teknologi digital pertanian seperti TaniHub yang menghubungkan petani langsung dengan konsumen dapat mempersingkat rantai pasok. Para petani juga dapat mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

Halaman Selanjutnya
img_title
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna ecetemelkuran.com yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.