Tingkat Kebahagiaan Perempuan di Papua

Perempuan di Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Foto : Engellia
Perempuan di Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Foto : Engellia
Sumber :
  • vstory

VIVA  – Berdasarkan pada konstitusi negara Indonesia yaitu pada Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Alinea keempat, secara jelas menyatakan bahwa salah satu tujuan pembentukan pemerintahan negara Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum (public well-being).

Sehingga mendorong pemerintah Indonesia untuk menjamin peningkatan dan pencapaian kesejahteraan (well-being) bagi setiap warga negaranya.

Konsep kesejahteraan, sebagaimana dinyatakan oleh para pendiri negara Indonesia, tampaknya tidak hanya untuk menggambarkan kondisi kemakmuran material (welfare, being-well atau prosperity), tetapi juga mengarah kepada konsep kebahagiaan (happiness).

Kebahagiaan memiliki makna dan cakupan yang tidak hanya terbatas pada kondisi kehidupan yang menyenangkan (pleasant life) dan kondisi kehidupan yang baik (being-well atau good life), tetapi juga pada kondisi kehidupan yang bermakna (meaningful life).

Dalam konteks ini, konsep kebahagiaan menjadi topik pembangunan nasional yang mendapat perhatian lebih besar dibandingkan dengan konsep kesejahteraan material maupun kemakmuran ekonomi.

Kondisi Kebahagiaan di Papua

Indikator ekonomi makro seperti produk domestik bruto dan pertumbuhan ekonomi ternyata masih menyisakan dua kelemahan mendasar yaitu: tidak mampu menggambarkan tingkat kemakmuran (welfare) ataupun kesejahteraan (well-being) bagi seluruh penduduk secara nyata, serta tidak dapat merefleksikan pemerataan pendapatan bagi semua penduduk suatu negara (Diener & Seligman, 2004; Easterlin & Sawangfa, 2010; Stiglitz et al., 2009).

Halaman Selanjutnya
img_title
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna ecetemelkuran.com yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.