Membaca Masa Depan Guru Pesantren dalam RUU Sisdiknas

Sudah saatnya pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru pesantren (sumber: antara)
Sudah saatnya pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru pesantren (sumber: antara)
Sumber :
  • vstory

VIVA  – Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Tak sedikit pejabat atau petinggi negeri ini yang mengenyam pendidikan di lembaga pesantren. Hal ini terbukti bahwa pesantren selama ini berhasil mencetak generasi penerus yang berakarakter dan berdisiplin tinggi sehingga bisa turut andil memperbaiki kondisi negeri dengan berbagai posisi atau jabatan yang diembannya.

Namun, perjuangan para guru pesantren yang tak pernah lelah mendidik santri -siang dan malam- selama ini tidak dibarengi dengan pendapatan atau tunjangan kesejahteraan yang layak. Mereka, para guru pesantren banyak yang nyambi pekerjaan lain di luar kesibukannya sebagai pendidik.

Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan (RUU Sisdiknas) yang digagas Kemendikbudristek dan sedang ramai diperbincangkan, membawa angin segar bagi guru-guru di pesantren, PAUD, dan juga pendidikan kesetaraan. Pasalnya, dalam RUU Sisdiknas, pemerintah akan mengakui keberadaan guru pesantren, PAUD, dan kesetaraan sebagai pendidik yang layak mendapatkan tunjangan kesejahteraan.

Kepada Anggota Komisi X DPR RI, Mendikbudristek Nadiem Makarim membeberkan salah satu poin penting yang didorong RUU Sisdiknas bagi guru Indonesia bahwa, pemerintah ingin mengakui pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidik di pendidikan kesetaraan, dan pendidik di pesantren formal. Mereka akan dapat diakui sebagai guru serta menerima tunjangan untuk meningkatkan kesejahteraannya (kemdikbud.go.id).

Dalam dialog interaktif yang disiarkan di laman YouTube Kemdikbud RI bersama Anindito Aditomo, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Nadiem Makarim menyatakan bahwa RUU Sisdiknas yang sedang diajukan ke DPR RI akan berdampak positif terhadap masa depan guru di Indonesia, termasuk guru-guru PAUD, guru pesantren, dan guru kesetaraan. Menurutnya, sudah saatnya kesejahteraan guru diprioritaskan. Dengan tunjangan dan kesejahteraan yang merata, semoga tidak ada lagi kesenjangan antara guru-guru atau pendidik di pesantren dan luar pesantren.

Kesejahteraan yang Perlu Diprioritaskan

Bukan rahasia umum lagi bahwa selama ini, keberadaan guru PAUD, pendidikan kesetaraan, dan guru pesantren, masih jauh dari sejahtera. Untuk menopang biaya hidup sehari-hari, mereka perlu nyambi pekerjaan lain seperti bertani, berdagang, membuka usaha kecil-kecilan, hingga berkecimpung dalam jual-beli online. Jika tidak, mereka tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan sehari-hari yang semakin membengkak seiring dengan menaiknya harga-harga kebutuhan pokok.

Halaman Selanjutnya
img_title
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna ecetemelkuran.com yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.