Tragedi Kanjuruhan: Siapa yang akan Bertanggung Jawab?

Tragedi Kanjuruhan Malang (Foto/ecetemelkuran.com)
Tragedi Kanjuruhan Malang (Foto/ecetemelkuran.com)
Sumber :
  • vstory

VIVA - Tewasnya 174 nyawa (data Minggu sore) dalam pertandingan Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10), menjadi duka sepakbola dan tragedi kemanusiaan. Jumlah nyawa yang hilang luar biasa banyak, dan kita tidak bisa menganggap hal ini sebagai kejadian biasa-biasa saja. Karena insiden ini sudah menjadi isu nasional bahkan menjadi isu internasional.

Semua elemen segera bergerak cepat merespons tragedi ini. Gubernur Jawa Timur Khofifah menyatakan Pemprov jatim fokus pada penanganan korban. Menpora Zainudin Amali mengatakan harus ada yang bertanggung jawab.

Kapolda Jatim dalam press conference-nya mengatakan bahwa aremania masuk ke lapangan, anarkis memukuli apparat sehingga polisi bereaksi. Menkopolkam Mahfud MD melalui jaringan intelegennya mengatakan bahwa panpel menjual tiket melebihi kapasitas stadion 38.000, namun mencetak dan menjual tiket 42.000.

LIB sebelum adanya pengumuman dari Presiden Jokowi menyatakan akan menghentikan kompetisi selama 1 minggu dan PSSI tanpa melalui sidang Komisi Disiplin menghukum Arema tidak boleh menggelar laga sebagai tuan rumah sampai kompetisi 2022/2023 selesai.

Hukum olahraga sepertinya sudah terlampaui dengan adanya insiden ini, kita tidak bisa
sepenuhnya berharap bahwa hukum olahraga dapat menyelesaikan masalah ini secara
simultan dan komplit.

Secara global saya melihat bagaimana melihat tragedy ini dalam 3 dimensi besar yaitu (1) hukum olahraga (2) hukum pidana (3) politik.

Pertama hukum Olahraga, LIB selaku operator kompetisi mengambil keputusan untuk
menghentikan kompetisi selama 1 pekan, PSSI tanpa melalui sidang komisi disipilin langsung mengumumkan bahwa Arema tidak boleh menjadi tuan rumah selama sisa laga kompetisi 2022/2023.

Halaman Selanjutnya
img_title
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna ecetemelkuran.com yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.