Demokrasi Sekadar Komoditas

Ilustrasi demokrasi (foto/nigerianeye.com)
Ilustrasi demokrasi (foto/nigerianeye.com)
Sumber :
  • vstory

VIVA - Dark Money and Dirty Politics, by Peter Geoghegan, published by Head of Zeus. Menurut buku ini, selalu alasan pembenaran pentingnya demokrasi adalah agar tidak terulang lagi kekuasaan seperti Hitler, Mussolini, Stalin.

Mereka adalah Icon kegagalan kekuasaan anti demokrasi. Kebetulan AS sebagai pemenang perang dunia kedua. Memaksakan agar demokrasi sebagai jalan menuju era baru dunia yang damai dan menghormati kebebasan. Namun yang jadi masalah setelah sekian dekade. Terbukti Demokrasi memang tidak pernah mundur namun gagal maju.

Mengapa?

Jawabannya, ada tiga.

Pertama. Peran korporat dalam sistem politik sangat dominan menentukan arah bandul. Maklum korporat lewat pajak menanggung anggaran nasional lebih dari 80%. Walau korporat hanya segelintir namun ia menanggung beban sosial dan ekonomi negara. Itu sudah berlangsung sejak tahun 1970. Sulit membantah bahwa oligarki bisnis itu kukunya mencengkeram batang leher elite.

Kedua. Peran uang haram atau uang gelap atau uang rente yang masuk ke dalam sistem politik. Penetrasi uang rente ini luar biasa sehingga membuat demokrasi hanya sebatas prosedur formal saja. Kenyataannya pemerintah bekerja untuk kepentingan rente saja. Yang miris, uang rente itu sulit dilacak pajaknya. Mereka dilindungi oleh elite politik.

Ketiga. Transformasi media massa ke ekosistem https://www.viva.co.id//vstory/opini-vstory/1540950-demokrasi-sekadar-komoditas yang terstruktur sehingga https://www.viva.co.id//vstory/opini-vstory/1540950-demokrasi-sekadar-komoditas bisa di-create sesuai kehendak modal dan pasar. Akibatnya kebenaran yang menjadi nilai nilai demokrasi tidak menjadi bagian dari proses pendidikan politik. Makanya jangan kaget bila orang yang tak jelas reputasinya bisa jadi anggota DPR dan kepala daerah. Bahkan jenderal gagal tidak malu untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Dan selalu ada yang pilih.

Halaman Selanjutnya
img_title
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna ecetemelkuran.com yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.